Hadapi Era AI dan Maraknya Hoaks, Bawaslu Sukabumi Ajak Siswa SMAN 1 Cisaat Jadi Pemilih Kritis
|
Kabupaten Sukabumi - Kemampuan memilah informasi menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi pemilu di era digital. Pesan tersebut disampaikan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Rusmin Nuryadin, dalam kegiatan Bawaslu Goes to School di SMAN 1 Cisaat. Kegiatan ini diikuti sekitar 300 siswa dan berlangsung kondusif serta mendapat respons positif dari peserta. Keaktifan siswa dalam bertanya menunjukkan bahwa isu demokrasi, informasi digital, dan hak pilih menjadi hal yang relevan untuk dipahami oleh generasi muda.
Rusmin menekankan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menghadirkan tantangan baru dalam memperoleh informasi. Kemudahan membuat dan menyebarkan konten digital harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang diterima. Menurutnya, siswa perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkan keterangan dari sumber tepercaya, serta mengenali potensi hoaks dan informasi yang menyesatkan. Sikap kritis tersebut penting agar keputusan dalam menentukan pilihan politik tidak didasarkan pada informasi yang keliru.
Literasi digital juga berkaitan erat dengan kualitas partisipasi pemilih. Pemilih yang mampu membedakan fakta dan hoaks diharapkan dapat menentukan pilihan secara lebih objektif, mandiri, dan bertanggung jawab. Melalui program Bawaslu Goes to School, Bawaslu Kabupaten Sukabumi berupaya menanamkan kesadaran bahwa menjadi pemilih cerdas tidak cukup hanya dengan memahami tata cara pencoblosan. Generasi muda juga perlu memiliki kecakapan dalam menghadapi arus informasi agar dapat berpartisipasi dalam pemilu dan pemilihan kepala daerah secara sehat, kritis, dan berintegritas. (YP)
Penulis : Yulia Putri
Foto : Novia