Lompat ke isi utama

Berita

Dari Pesantren Menjaga Amanah Demokrasi, Bawaslu Sukabumi Dukung Pengawasan Partisipatif Bawaslu Jawa Barat

Bawaslu Sukabumi Dukung Pengawasan Partisipatif Bawaslu Jawa Barat pada hari santri di ponpes sunanulhuda

Kabupaten Sukabumi - Pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda. Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bertajuk “Dari Pesantren Menjaga Amanah Demokrasi: Santri Bergerak, Pemilu Bermartabat” yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Jawa Barat di Pondok Pesantren Sunanulhuda, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti para santri Pondok Pesantren Sunanulhuda ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Provinsi Jawa Barat berupaya memperkuat keterlibatan santri dalam pengawasan partisipatif serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Bawaslu Kabupaten Sukabumi turut hadir memberikan dukungan terhadap agenda Bawaslu Provinsi Jawa Barat tersebut. Perwakilan yang hadir terdiri atas Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Faisal Rifa’i, S.H.I., M.M.; Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Muidul Fitri Atoilah, S.Sy.; serta Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Rusmin Nuryadin. Kehadiran jajaran Bawaslu Kabupaten Sukabumi menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan kolaborasi pengawasan partisipatif, khususnya melalui lingkungan pesantren.

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Hj. Nuryamah, S.E.I., M.H., selaku pemantik kegiatan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan Pondok Pesantren Sunanulhuda. Menurutnya, pesantren merupakan tempat yang berperan penting dalam mencetak tokoh bangsa yang peduli terhadap kemajuan negara tanpa meninggalkan tradisi keilmuan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga hal penting yang mendasari kolaborasi Bawaslu dengan pesantren, yakni peran pesantren dalam melahirkan tokoh bangsa, keterlibatan santri dalam mewujudkan demokrasi yang berkeadilan dan berkualitas, serta upaya menjaga pemilu yang berintegritas.

Nuryamah juga mengingatkan bahwa partisipasi dalam demokrasi harus disertai pemahaman mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam penyelenggaraan pemilu. Masyarakat dapat menggunakan hak pilih dan terlibat dalam pengawasan partisipatif, tetapi harus menghindari tindakan yang mencederai proses demokrasi, seperti politik uang dan penyebaran berita bohong. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai tahapan penyelenggaraan pemilu dan berbagai jenis pelanggaran yang mungkin terjadi. Masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran diharapkan menyampaikannya kepada Bawaslu atau jajaran pengawas pemilu sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Kepala Madrasah Aliyah Sunanulhuda, H. Iyan Mahpudin, S.Ag., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai kolaborasi antara santri dan Bawaslu merupakan bentuk sinergi dalam menghadirkan pemilu yang berintegritas. Sejalan dengan semangat “Santri Sunanulhuda Unggul, Mandiri, dan Mendunia”, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang jujur, amanah, saling menghormati, serta memiliki semangat inovasi untuk kemajuan bangsa. Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran santri dalam perjalanan bangsa. Semangat perjuangan, keikhlasan, dan keteguhan para pendahulu diharapkan dapat terus diwariskan melalui kontribusi nyata generasi muda, termasuk dalam menjaga demokrasi dan mengawal penyelenggaraan pemilu yang bermartabat. 

Melalui dukungan terhadap agenda Bawaslu Provinsi Jawa Barat ini, Bawaslu Kabupaten Sukabumi memandang lingkungan pesantren sebagai ruang strategis untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi dan memperluas pengawasan partisipatif. Santri tidak hanya diharapkan memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap proses pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Dengan semangat “Santri Bergerak, Pemilu Bermartabat”, kolaborasi antara Bawaslu dan lingkungan pendidikan keagamaan diharapkan semakin memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi. Momentum Hari Santri Nasional pun menjadi pengingat bahwa nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan demokrasi yang berkualitas. (YP)

Penulis : Yulia Putri
Editor dan Foto : Novia Anggraeni

Tag
#harisantri
#pengawaspartisipatif
#Bawaslukabupatensukabumi