Bawaslu Kabupaten Sukabumi Edukasi Pemilih Pemula melalui Program Bawaslu Goes to School.
|
Sukabumi — Bawaslu Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Bawaslu Goes to School di SMK Nuurul Bayan pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya Bawaslu dalam memberikan edukasi demokrasi dan kepemiluan kepada peserta didik sebanyak 200 (dua ratus) orang, khususnya pemilih pemula, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengawasan masyarakat terhadap proses demokrasi. Dihadiri oleh Faisal Rifa’i (Ketua), Rusmin Nuryadin (Anggota), M. Muidul Fitri Athoilaj (Anggota) serta Anzar Kusnandar (Koordinator Sekretariat).
Kegiatan ini disambut baik oleh Wakasek Kesiswaan SMK Nuurul Bayan, Jufriadi, S.Pd. Beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan edukasi yang diberikan Bawaslu Kabupaten Sukabumi. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan pengalaman bagi peserta didik mengenai demokrasi dan kepemiluan serta menjadi bekal dalam menghadapi Pemilu 2029.
Faisal Rifa’i, S.H.I., M.M., menyampaikan bahwa kehadiran Bawaslu di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda dan pemilih pemula.
“Generasi muda perlu memahami bahwa partisipasi dalam demokrasi bukan hanya sekadar memberikan suara, tetapi juga menjadi bagian dari proses menentukan arah bangsa ke depan.” tegasnya.
Dilanjut, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Anzar Kusnandar, S.IP., menjelaskan sejumlah hal mendasar yang perlu diketahui oleh pemilih pemula, termasuk persyaratan untuk menggunakan hak pilih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Peserta didik juga dikenalkan dengan pengawasan partisipatif serta peran masyarakat dalam menyampaikan laporan kepada Bawaslu apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam tahapan pemilu.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Rusmin Nuryadin, memperkenalkan konsep The Third Place sebagai ruang interaksi selain rumah dan sekolah atau tempat kerja. Ia mendorong agar Bawaslu dapat menjadi the third place sebagai ruang bagi generasi muda untuk berdiskusi, menyampaikan gagasan, berbagi pengalaman, serta mengembangkan kapasitas di bidang demokrasi dan kepemiluan.
“Hubungan antara Bawaslu dan generasi muda perlu terus dibangun, tidak hanya ketika pemilu berlangsung, tetapi juga melalui ruang diskusi dan edukasi secara berkelanjutan,” ujar Rusmin.
Materi sosialisasi disampaikan M. Muidul Fitri Atoilah, S.Sy, selaku Kordiv. Pencegahan, Parmas dan Humas. Ia menjelaskan demokrasi sebagai sistem yang menempatkan kedaulatan di tangan rakyat, salah satunya diwujudkan melalui pemilihan pemimpin dan wakil rakyat dalam Pemilu dan Pilkada.
Para siswa juga diperkenalkan mengenai tugas Bawaslu dalam mengawasi tahapan pemilu dan menangani dugaan pelanggaran. Beberapa jenis pelanggaran yang dikenalkan meliputi pelanggaran administratif, pelanggaran kode etik, serta pelanggaran pidana pemilu, termasuk praktik politik uang.
Selain itu, beliau juga mengingatkan agar bijak dalam menggunakan media digital. Di tengah derasnya arus informasi, termasuk informasi yang tidak benar atau hoaks dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi memengaruhi pilihan masyarakat, memicu kebencian, serta mengganggu kualitas demokrasi.
Karena itu, generasi muda sebagai pengguna media digital didorong untuk memeriksa kebenaran setiap informasi sebelum menerima, mengolah, maupun menyebarkannya. Sikap kritis dan bertanggung jawab dalam bermedia menjadi bagian penting dari upaya menjaga demokrasi yang sehat.
Melalui kegiatan Bawaslu Goes to School di SMK Nuurul Bayan, Bawaslu Kabupaten Sukabumi berharap pemilih pemula tidak hanya hadir sebagai pemilih pada saat pemilu, tetapi juga tumbuh menjadi warga negara yang aktif, cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengawal proses demokrasi.
Penulis dan Foto : Novia
Editor : Rifqi M.T.A